PROFIL,
MACAM-MACAM DAN POLA KOMUNIKASI PUBLIC RELATION
Pada pembahasan materi
sebelumnya kita telah membahas materi tentang “Media Public Relation” dimana
media ini sangat berperan penting dalam membantu kinerja Praktisi Public
Relation. Dan media yang digunakan pun terdapat berbagai bentuk, tinggal disesuaikan
dengan daerah yang dituju dalam penyampaiannya.
Sekarang ini kita akan
sedikit membahas tentang, apa saja profil, macam-macam dan pola komunikasi
Public Relation.
Pertama kita akan
membahas tentang “ Profil Public Relation “ setelah itu "macam-macam Public Relation" dan yang terakhir "pola komunikasi Pulic Relation"
A.
PROFIL PUBLIC RELATION
Menurut The Public
Relations Society of America – PRSA
(2011)
“Public relations is “
a strategic communication process that builds mutually beneficial relationships
between organizations and their publics.” (Humas adalah proses komunikasi yang
strategis, yang membangun hubungan saling menguntungkan antara
organisasi-organisasi dengan masyarakat-masyarakat mereka)
Dalam menjalankan
tugasnya sebagai yang berhubungan dengan masyarakat Komunikasi Public Relation
ini memiliki 3 profil yang bertujuan untuk memahami bagian apa saja yang
terdapat di dalam sebuah perusahaan.
3 profil Komunikasi
Public Relation, yaitu :
1. Humas
yang melembaga atau In House Public Relation
Humas
yang melembaga atau dikenal dengan istilah state of being adalah sebuah
organisasi yang terdapat di dalam sebuah perusahaan. Sebagai bidang yang
terdapat di dalam sebuah lembaga tentunya harus memiliki seseorang pemimpin,
para staf dan yang pasti juga harus memiliki ruang kerja atau yang lebih
dikenal dengan ruang operasional dan sarana prasarana yang mendukung.
Di
dalam humas yang melembaga terdapat tugas-tugas, wewenang serta tanggung jawab
yang jelas dari masing-masing jabatan yang ditempati. Pengorganisasisan yang
terdapat di dalam humas yang melembaga ini lebih dikenal dengan istilah
bagian/departemen atau divisi humas.
2. Humas
Agency atau Ekstern Public Relation
Humas
Agency atau yang lebih dikenal dengan istilah Ekstern Public Relation adalah
sebuah lembaga atau perusahaan independen yang memiliki badan hokum yang jelas
dan yang bergerak di dalam pelayanan bidang humas.
Di
dalam Ekstern Public Relation terdapat dua jenis, antara lain:
⇒ Public Relation Full
Service
Public
Relation Full Service ini adalah Sebuah perusahaan tersendiri yang bergerak
dalam bisnis pelayanan kehumasan, pelayanannya meliputi kegiatan konseling dan
sekaligus pelayanan konsultasi dan pelayanan yang mereka berikan kepada klien
(perseorangan atau perusahaan Public Relation tersebut).
⇒ Public Relation
Consultant
Public
Relation Consultant adalah perusahaan Public Relation yang bergerak dalam
bidang pelayanan konsultasi kehumasan. Pelayanan kosultasi yang diberikan
tergantung dari kompetensi yang dimiliki para konsultannya itu sendiri.
3. Event
Organizer
Event
Organizer adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kehumasan atau
public. Tugas dari Event Organizer ini sendiri adalah melayani jasa sebagai
pelaksana dalam sebuah event public.
Perusahaan
ini memang dikenal dengan spesialis event, contohnya :
·
Launching Product
·
Pameran / exhibition
·
Seminar
·
Jumpa pers atau
·
Kontes-Kontes.
B.
MACAM-MACAM PUBLIC RELATION
Menurut Rofia (2016)
terdapat beberapa macam-macam Humas yaitu : Humas Pemerintah, Humas Sosial,
Humas Industri dan Bisnis, Humas Organisasi Internasional, Humas Penegak Hukum,
Humas Profesi, Humas Organisasi Sukarela
1. Humas
Pemerintah Lembaga humas yang melakukan fungsi management dalam bidang
informasi dan komunikasi untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan publik
melalui berbagai sarana kehumasan dalam rangka menciptakan citra yang positif
,instansi pemerintah.
2. Humas
Sosial memiliki misi utama, misi utama humas sosial adalah mengembangkan saling
pengertian, kepercayaan, dan bantuan atas kerja sama. Contoh: Humas Penegak Hukum Humas Organisasi Keagamaan
3. Humas
Industri dan Bisnis terdapat beberapa penerapan humas dalam industri dan bisnis
yang meliputi :
·
Hubungan dengan pelanggan dan peran
humas terhadap marketing yang pada akhirnya melahirkan terapan marketing PR
·
Hubungan dengan pemegang saham
·
Hubungan dengan pers, bantuan untuk
merekrut pegawai baru
·
Hubungan dengan komunitas
·
Hubungan dengan perusahaan/organisasi
lain
·
Hubungan dengan pemerintah
4. Humas
Profesi Maksud penerapannya adalah untuk mendapatkan pengakuan dan
keprofesionalan dan publikasi tentang apa yang telah mereka lakukan bagi
kepentingan umum.
5. Humas
Organisasi Sukarela Peranannya untuk merancang suatu program progresif,
termasuk didalamnya mengadakan hubungan dengan pers.
6. Humas
Organisasi Internasional Humas internasional disebabkan oleh adanya perubahan
sangat cepat di dalam segala bidang
7. Humas
Penegak Hukum Banyak golongan penegak hukum merasa perlu untuk membentuk
grup-grup penasihat warga Negara dan merangkap sebagai penjabat humas untuk
bekerjasama dengan mereka dan para media masa
C.
POLA KOMUNIKASI PUBLIC RELATION
Sudah kita ketahui
bahwa komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian pesan atau pun informasi
dari seseorang kepada orang lain. Pada perkembangannya pihak penyampai pesan
atau dalam istilah komunikasi disebut komunikator, dapat berupa sebuah kelompok
atau pun perorangan. Begitu pula dengan penerima (komunikan) dapat berupa
perorangan atau pun kelompok.
Pola komunikasi adalah
bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau lebih di dalam proses pengiriman
dan penerimaan pesan yang mengaitkan dua komponen, yaitu gambaran atau rencana
yang meliputi langkah-langkah pada suatu aktifitas, dengan komponen-komponen
yang merupakan bagian penting atas terjadinya hubungan komunikasi antar manusia
atau kelompok dan organisasi.
Terdapat 4 macam pola
komunikasi, antara lain :
1. Pola
Komunikasi Primer
Pola komunikasi primer, pola komunikasi ini
merupakan suatu proses penyampaian oleh komunikator kepada komunikan dengan
menggunakan suatu simbol sebagai media atau saluran. Di dalam pola ini terbagi menjadi dua lambang
verbal dan nirverbal.
Lambang
verbal yaitu bahasa, yang paling sering digunakan karena bahasa mampu
mengungkapkan pikiran komunikator.
Sedangkan
lambang nirverbal yaitu lambang yang di gunakan dalam berkomunikasi yang bukan
bahasa, namun merupakan isyarat dengan menggunakan anggota tubuh antara lain
seperti : kepala, mata, bibir, tangan dan sebagainya.
2. Pola
Komunikasi Sekunder
Pola
komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian oleh komunikator kepada
komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah
memakai lambang pada media pertama.
Komunikator
yang menggunakan media kedua ini karena yang menjadi sasaran komunikasi yang
jauh tempatnya, atau banyak jumlahnya. Dalam proses komunikasi secara sekunder
ini semakin lama akan semakin efektif dan efisien, karena didukung oleh
teknologi informasi yang semakin canggih.
3. Pola
Komunikasi Linear
Pola
Komunikasi Linear di sini mengandung makna lurus yang berarti perjalanan dari
satu titik ketitik yang lain secara lurus, yang berarti penyampaian pesan oleh
komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal. Jadi, dalam proses
komunikasi ini biasanya terjadi dalam komunikasi tatap muka (face to face),
tetapi juga adakalanya komunikasi bermedia. Dalam proses komunikasi ini, pesan
yang disampaikan akan efektif apabila ada perencanaan sebelum melaksanakan
komunikasi.
4. Pola
Komunikasi Sirkular
Sirkular
secara harfiah berati bulat, bundar, atau keliling. Dalam proses sirkular itu
terjadinya feedback atau umpan balik, yaitu terjadinya arus dari komunikan
kekomunikator, sebagai penentu utama keberhasilan komunikasi. Dalam pola komunikasi
seperti ini, proses komunikasi berjalan terus yaitu adanya umpan balik antara
komunikator dan komunikan.
KESIMPULAN
:
Dari ketiga materi yang
saya bahas di atas, dapat saya tarik kesimpulan bahwa di dalam bidang Public
Relation terdapat 3 fungsi Public Relation, dari masing-masing fungsi tersebut
pada dasarnya semua sama yang membedakan ketiga itu hanya pembagian tugas dan
pekerjaannya masing-masing. Untuk dibagian macam-macam ini lebih mengarah
kepada organisasi yang mana di masing-masing organisasi tersebut memiliki
fungsi yang jelas berberda makna serta berbeda tujuan.
Dan yang terakhir terdapat
4 pola komunikasi, dari masing-masing pola tersebut memiliki fungsi dan tujuan
yang berbeda. Pola yang ada di dalam komunikasi ini pada dasarnya lebih
mengarah kepada bagaimana hubungan komunikator dengan pihak lainnya. Apabila
komunikator mampu memberika penjelasan terbaik, maka itu lah yang akan
digunakan oleh perusahaan.
DAFTAR
PUSTAKA :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar