KAMPANYE
PUBLIC RELATION
Hei
hei hei balik lagi di blog Public Relation gua, setelah sempat off 1 minggu
kemarin kali ini gua akan kembali membahas lanjutan dari materi Public
Relation.
Minggu
lalu kita telah membahas tentang perencanaan program kerja Public Relation,
penentuan target dan strategi Public Relation. Mungkin pada postingan gua kali
ini, gua gak akan berlama-lama lagi untuk mengulang materi minggu lalu, jadi
sekarang kita akan langsung masuk ke pembahasan materi yang pertama yaitu
tentang “ Kampanye Public Relation “.
Jadi
apa sudah ada yang tau apa itu Kampanye Public Relation? Kalo belum mari simak
pembahasan saya dibawah ini.
A. PENGERTIAN KAMPANYE PUBLIC
RELATION
Kampanye
Public Relation apabila kita liat dalam arti sempit ini bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target audience) dalam rangka
merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap
suatu kegiatan dari suatu lembaga atau organisasi (corporate activities ) ini
diadakan agar tecipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat
melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dengan
jangka waktu tertentu yang sifatnya berkelanjutan.
Dan
apabila kita melihat Kampanye Public Relation dari sisi luas atau umum adalah kampanye
Public Relation tersebut memberikan penerangan terus-menerus serta pengertian
dan memotivasi masyarakat terhadap suatu kegiatan atau program tertentu melalui
proses dan teknik komunikasi yang berkesinambungan dan terencana untuk mencapai
publisitas dan citra yang positif (Ruslan 2002 : 66)
Sering
terjadi kesalahpahaman antara Kampanye dengan Propaganda, apabila kita lihat
dari segi operasional keduanya adalah sama-sama melakukan kegiatan
berkomunikasi yang terencana untuk mencapai tujuan tertentu dan berupaya
mempengaruhi khalayak sebagai target sasarannya.
B. ASPEK KAMPANYE PUBLIC RELATION
Menurut
Ostergaard dalam Venus (2007:10) menyebutkan terdapat tiga aspek yang
berpengaruh didalam Kampanye Public Relation, tiga aspek itu dikenal dengan
istilah “3A” yaitu awareness, attitude
dan action.
Pada
tahapan pertama kegiatan kampanye biasanya diarahkan untuk menciptakan
perubahan pada tataran pengetahuan atau kognitif. Pada tahap ini pengaruh yang
diharapkan adalah munculnya kesadaran, berubahnya keyakinan atau meningkatnya
pengetahuan khalayak tentang isu tertentu.
Tahapan
kedua diarahkan pada perubahan dalam ranah sikap atau attitude. Sasarannya adalah
untuk memunculkan simpati, rasa suka, kepedulian atau keberpihakan khalayak
pada isu-isu yang menjadi tema kampanye.
Sementara
pada tahap terakhir kegiatan kampanye ditujukan untuk mengubah perilaku
khalayak secara konkrit dan terukur. Tahap ini menghendaki adanya tindakan
tertentu yang dilakukan oleh sasaran kampanye.
Menurut
Charles U. Larson dalam Ruslan (2007:25) kemudian membagi jenis kampanye
kedalam tiga kategori yakni :
-
Product-Oriented
Campaigns
Kampanye
produk (Product oriented campaigns) merupakan kegiatan kampanye yang
berorientasi komersial, seperti peluncuran produk baru. Kampanye ini biasanya
sekaligus bermuatan kepentingan untuk membangun citra positif terhadap produk
barang yang diperkenalkan kepada publik/masyarakat.
·
Kampanye yg berorientasi pada produk,
umumnya terjadi di lingkungan bisnis.
·
Istilah lain: commercial/corporate
campaign.
·
Contoh: Kampanye Bank BTN Go Public, Kampanye
Telkomsel.
-
Candidate-Oriented
Campaigns
Kampanye pencalonan
kandidat (Candidate Oriented Campaigns) adalah kampanye yang berorientasi
politik, seperti kampanye Pemilu dan Pilkada.
·
Kampanye yg berorientasi pada kandidat,
umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik.
·
Kampanye Pemilu, Kampanye Penggalangan
Dana bagi partai politik.
-
Ideologically or Cause Oriented
Campaigns
Kampanye ideologi atau misi sosial
(Ideological or Cause Oriented Campaigns) adalah kampanye yang bersifat khusus
keagamaan, berdimensi sosial, atau perubahan sosial, seperti melaksanakan
kampanye Anti Narkoba, Anti HIV/AID dan Pengentasan Kemiskinan.
C. TAHAP PERENCANAAN PUBLIC
RELATION
Di
dalam Kampanye Public Relation kita harus memiliki yang namanya tahap
perencanaan, ada tiga tahapan yang harus dimiliki, antara lain :
·
Penetapan Tujuan
·
Publik Sasaran ( Target )
· Pesan-pesan yang efektif, baik dalam
periode jangka panjang (strategi) maupun dalam berbentuk skala mikro
(individual).
D. KHALAYAK SASARAN PUBLIC RELATION
Menurut
James Grunig (1992) beliau menyatakan terdapat tiga bentuk khalayak sasaran
dari kampanye humas, yaitu:
·
Khalayak tersembunyi yang sulit untuk
dikenal keberadaannya (latent publics)
·
Khalayak yang peduli serta mudah
dikenali keberadaannya (aware publics)
·
Khalayak aktif dan berkaitan dengan
masalah dihadapi perusahaan (active publics)
Namun
selain itu juga terdapat tiga bentuk khalayak yang berbeda di mana khalayak
dinilai (dibedakan jenisnya) dipandang dari reaksinya terhadap isu-isu yang
tengah berkembang di masyarakat, yaitu:
· Khalayak semua isu (all issue public)
jenis khalayak yang aktif menanggapi hampir semua isyu-isyu berkembang dan
memengaruhi kegiatan organisasi.
· Khalayak isyu tunggal (single issue
public) jenis khalayak yang hanya bereaksi terhadap satu isyu-isyu yg menjadi
perhatiannya.
· Khalayak isyu panas (hot issue public)
jenis publik yg bereaksi terhadap kasus-kasus yang diangkat dan dihembuskan
oleh media massa
· Khalayak apatis (apathetic publics)
publik yg bersikap tidak peduli mengenai isu-isu yg terjadi disekitar
kehidupannya.
E. METODE DAN TEKNIK KAMPANYE
PUBLIC RELATION
Tidak
hanya dibidang lain yang memiliki metode dan teknik, di dalam Kampanye Public
Relation juga memiliki metode serta teknik, apa saja yang termasuk didalam
materi ini? Ini sedikit penjelasannya.
Metode
kampanye PR dilakukan secara berencana, sistematis, memotivasi, psikologis dan
dilakukan berulang-ulang secara kontinyu.Sebaliknya, jika kampanye tersebut
secara insidentil atau hanya dilakukan sekali, tertentu dan terbatas, maka hal
ini jelas tidak bermamfaat atau kurang berhasil untuk menggolkan suatu tema,
materi, dan tujuan kampanye.
Dalam
kampanye tidak terlepas dari komunikasi yang bersifat membujuk (persuasive) dan
mendidik (edukatif), yaitu berupaya untuk mengubah prilaku, sikap bertindak,
tanggapan, persepsi, hingga membentuk opini public yang positif dan mendukung
atau yang menguntungkan segi citra dan sebagainya.
Untuk
menghasilkan suatu persuasi dalam berkampanye melalui berbagai teknik agar
dalam penyampaian pesan kepada audiensnya cukup efektif, antara lain beberapa
teknik kampanye yang lazim dipergunakan dalam kegiatan PR atau periklanan,
yaitu sebagai berikut :
A. Partisipasi
Partisipasi,yaitu
teknik yang mengikutsertakan (partisipasi) atau peran serta komunikasi atau
audiensi yang memancing minat atau perhatian yang sama ke dalam suatu bagian
kampanye dengan tujuan untuk menumbuhkan saling pengertian, menghargai, kerja
sama dan toleransi.
B. Asosiasi
Asosiasi,menyajikan
isi kampanye yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau objek yang tengah ramai
atau yang sedang dibicarakan agar dapat memancing perhatian masyarakat
C. Teknik
Integratif
Teknik
ini adalah bagaimana untuk menyatukan diri (komunikator) kepada khalayaknya
secara komunikatif dengan mengucapkan kata-kata : “ Kita, kami, anda sekalian
atau untuk anda,dan sebagainya, yang artinya mengandung makna bahwa yang
disampaikan pihak komunikator bukan kepentingan dirinya atau perusahaannya,
atau bukan untuk mengambil keuntungan sepihak, tetapi mengambil mamfaat secara
bersama, demi untuk kepentingan bersama”.
D. Teknik
Ganjaran
Teknik
ganjaran bermaksud untuk mempengaruhi komunikan dengan suatu ganjaran atau
menyajikan sesuatu dengan “iming-iming hadiah”, dan lain sebagainya dengan dua
kemungkinan.
1.
Bisa berupa benefit atau mamfaat, kegunaan, dan sebagainya
2.
Bisa berupa ancaman, kekhawatiran dan suatu yang menakutkan
E.
Teknik Penataan Patung ES
Hal
ini merupakan suatu upaya dalam menyampaikan pesan suatu kempanye sedemikian
rupa sehingga enak dilihat, didengar, dibaca, dirasakan dan sebagainya.
F.
memperoleh empati
Suatu
teknik berkampanye dalam menempatkan diri dalam posisi komunikan, ikut
merasakan dan”peduli”situasi atau kondisi pihak komunikan.
G.
teknik koersi atau paksaan
dalam
komunikasi melakukan kampanye lebih menekankan suatu paksaan yang dapat
menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran bagi pihak komunikan yang tidak mau
tunduk melalui suatu ancaman tertentu.
Kesimpulan :
Dari
pebahasan yang sudah gua paparkan di atas dapat gua simpulkan bahwa Kampanye
Public Relation ialah aktivitas komunikasi yang terorganisasi, secara langsung
ditujukan kepada khalayak tertentu pada periode waktu yang telah ditetapkan
untuk mencapai tujuan tertentu. Selain itu di dalam kampanye ini memiliki yang
namanya metode serta tekhnik, ini digunakan sebagai tahapan agar kampanye yang
dilakukan ini sukses.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar