Senin, 04 Desember 2017

KAMPANYE PUBLIC RELATION



KAMPANYE PUBLIC RELATION


Hei hei hei balik lagi di blog Public Relation gua, setelah sempat off 1 minggu kemarin kali ini gua akan kembali membahas lanjutan dari materi Public Relation.
Minggu lalu kita telah membahas tentang perencanaan program kerja Public Relation, penentuan target dan strategi Public Relation. Mungkin pada postingan gua kali ini, gua gak akan berlama-lama lagi untuk mengulang materi minggu lalu, jadi sekarang kita akan langsung masuk ke pembahasan materi yang pertama yaitu tentang “ Kampanye Public Relation “.
Jadi apa sudah ada yang tau apa itu Kampanye Public Relation? Kalo belum mari simak pembahasan saya dibawah ini.

A. PENGERTIAN KAMPANYE PUBLIC RELATION
Kampanye Public Relation apabila kita liat dalam arti sempit ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target audience) dalam rangka merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga atau organisasi (corporate activities ) ini diadakan agar tecipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dengan jangka waktu tertentu yang sifatnya berkelanjutan.
Dan apabila kita melihat Kampanye Public Relation dari sisi luas atau umum adalah kampanye Public Relation tersebut memberikan penerangan terus-menerus serta pengertian dan memotivasi masyarakat terhadap suatu kegiatan atau program tertentu melalui proses dan teknik komunikasi yang berkesinambungan dan terencana untuk mencapai publisitas dan citra yang positif (Ruslan 2002 : 66)
Sering terjadi kesalahpahaman antara Kampanye dengan Propaganda, apabila kita lihat dari segi operasional keduanya adalah sama-sama melakukan kegiatan berkomunikasi yang terencana untuk mencapai tujuan tertentu dan berupaya mempengaruhi khalayak sebagai target sasarannya.

B. ASPEK KAMPANYE PUBLIC RELATION
Menurut Ostergaard dalam Venus (2007:10) menyebutkan terdapat tiga aspek yang berpengaruh didalam Kampanye Public Relation, tiga aspek itu dikenal dengan istilah “3A” yaitu  awareness, attitude dan action.
Pada tahapan pertama kegiatan kampanye biasanya diarahkan untuk menciptakan perubahan pada tataran pengetahuan atau kognitif. Pada tahap ini pengaruh yang diharapkan adalah munculnya kesadaran, berubahnya keyakinan atau meningkatnya pengetahuan khalayak tentang isu tertentu.
Tahapan kedua diarahkan pada perubahan dalam ranah sikap atau attitude. Sasarannya adalah untuk memunculkan simpati, rasa suka, kepedulian atau keberpihakan khalayak pada isu-isu yang menjadi tema kampanye.
Sementara pada tahap terakhir kegiatan kampanye ditujukan untuk mengubah perilaku khalayak secara konkrit dan terukur. Tahap ini menghendaki adanya tindakan tertentu yang dilakukan oleh sasaran kampanye.
Menurut Charles U. Larson dalam Ruslan (2007:25) kemudian membagi jenis kampanye kedalam tiga kategori yakni :
-          Product-Oriented Campaigns
Kampanye produk (Product oriented campaigns) merupakan kegiatan kampanye yang berorientasi komersial, seperti peluncuran produk baru. Kampanye ini biasanya sekaligus bermuatan kepentingan untuk membangun citra positif terhadap produk barang yang diperkenalkan kepada publik/masyarakat.
·         Kampanye yg berorientasi pada produk, umumnya terjadi di lingkungan bisnis.
·         Istilah lain: commercial/corporate campaign.
·         Contoh: Kampanye Bank BTN Go Public, Kampanye Telkomsel.

-          Candidate-Oriented Campaigns
Kampanye pencalonan kandidat (Candidate Oriented Campaigns) adalah kampanye yang berorientasi politik, seperti kampanye Pemilu dan Pilkada.
·         Kampanye yg berorientasi pada kandidat, umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik.
·         Kampanye Pemilu, Kampanye Penggalangan Dana bagi partai politik.

-          Ideologically or Cause Oriented Campaigns
Kampanye ideologi atau misi sosial (Ideological or Cause Oriented Campaigns) adalah kampanye yang bersifat khusus keagamaan, berdimensi sosial, atau perubahan sosial, seperti melaksanakan kampanye Anti Narkoba, Anti HIV/AID dan Pengentasan Kemiskinan.

C. TAHAP PERENCANAAN PUBLIC RELATION
Di dalam Kampanye Public Relation kita harus memiliki yang namanya tahap perencanaan, ada tiga tahapan yang harus dimiliki, antara lain :
·         Penetapan Tujuan
·         Publik Sasaran ( Target )
·      Pesan-pesan yang efektif, baik dalam periode jangka panjang (strategi) maupun dalam berbentuk skala mikro (individual).

D. KHALAYAK SASARAN PUBLIC RELATION
Menurut James Grunig (1992) beliau menyatakan terdapat tiga bentuk khalayak sasaran dari kampanye humas, yaitu:
·         Khalayak tersembunyi yang sulit untuk dikenal keberadaannya (latent publics)
·         Khalayak yang peduli serta mudah dikenali keberadaannya (aware publics)
·         Khalayak aktif dan berkaitan dengan masalah dihadapi perusahaan (active publics)

Namun selain itu juga terdapat tiga bentuk khalayak yang berbeda di mana khalayak dinilai (dibedakan jenisnya) dipandang dari reaksinya terhadap isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat, yaitu:
·        Khalayak semua isu (all issue public) jenis khalayak yang aktif menanggapi hampir semua isyu-isyu berkembang dan memengaruhi kegiatan organisasi.
·      Khalayak isyu tunggal (single issue public) jenis khalayak yang hanya bereaksi terhadap satu isyu-isyu yg menjadi perhatiannya.
·        Khalayak isyu panas (hot issue public) jenis publik yg bereaksi terhadap kasus-kasus yang diangkat dan dihembuskan oleh media massa
·      Khalayak apatis (apathetic publics) publik yg bersikap tidak peduli mengenai isu-isu yg terjadi disekitar kehidupannya.

E. METODE DAN TEKNIK KAMPANYE PUBLIC RELATION
Tidak hanya dibidang lain yang memiliki metode dan teknik, di dalam Kampanye Public Relation juga memiliki metode serta teknik, apa saja yang termasuk didalam materi ini? Ini sedikit penjelasannya.
Metode kampanye PR dilakukan secara berencana, sistematis, memotivasi, psikologis dan dilakukan berulang-ulang secara kontinyu.Sebaliknya, jika kampanye tersebut secara insidentil atau hanya dilakukan sekali, tertentu dan terbatas, maka hal ini jelas tidak bermamfaat atau kurang berhasil untuk menggolkan suatu tema, materi, dan tujuan kampanye.
Dalam kampanye tidak terlepas dari komunikasi yang bersifat membujuk (persuasive) dan mendidik (edukatif), yaitu berupaya untuk mengubah prilaku, sikap bertindak, tanggapan, persepsi, hingga membentuk opini public yang positif dan mendukung atau yang menguntungkan segi citra dan sebagainya.
Untuk menghasilkan suatu persuasi dalam berkampanye melalui berbagai teknik agar dalam penyampaian pesan kepada audiensnya cukup efektif, antara lain beberapa teknik kampanye yang lazim dipergunakan dalam kegiatan PR atau periklanan, yaitu sebagai berikut :

A. Partisipasi
Partisipasi,yaitu teknik yang mengikutsertakan (partisipasi) atau peran serta komunikasi atau audiensi yang memancing minat atau perhatian yang sama ke dalam suatu bagian kampanye dengan tujuan untuk menumbuhkan saling pengertian, menghargai, kerja sama dan toleransi.

B. Asosiasi
Asosiasi,menyajikan isi kampanye yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau objek yang tengah ramai atau yang sedang dibicarakan agar dapat memancing perhatian masyarakat

C. Teknik Integratif
Teknik ini adalah bagaimana untuk menyatukan diri (komunikator) kepada khalayaknya secara komunikatif dengan mengucapkan kata-kata : “ Kita, kami, anda sekalian atau untuk anda,dan sebagainya, yang artinya mengandung makna bahwa yang disampaikan pihak komunikator bukan kepentingan dirinya atau perusahaannya, atau bukan untuk mengambil keuntungan sepihak, tetapi mengambil mamfaat secara bersama, demi untuk kepentingan bersama”.

D. Teknik Ganjaran
Teknik ganjaran bermaksud untuk mempengaruhi komunikan dengan suatu ganjaran atau menyajikan sesuatu dengan “iming-iming hadiah”, dan lain sebagainya dengan dua kemungkinan.
1. Bisa berupa benefit atau mamfaat, kegunaan, dan sebagainya
2. Bisa berupa ancaman, kekhawatiran dan suatu yang menakutkan

E. Teknik Penataan Patung ES
Hal ini merupakan suatu upaya dalam menyampaikan pesan suatu kempanye sedemikian rupa sehingga enak dilihat, didengar, dibaca, dirasakan dan sebagainya.

F. memperoleh empati
Suatu teknik berkampanye dalam menempatkan diri dalam posisi komunikan, ikut merasakan dan”peduli”situasi atau kondisi pihak komunikan.

G. teknik koersi atau paksaan
dalam komunikasi melakukan kampanye lebih menekankan suatu paksaan yang dapat menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran bagi pihak komunikan yang tidak mau tunduk melalui suatu ancaman tertentu.

Kesimpulan :
Dari pebahasan yang sudah gua paparkan di atas dapat gua simpulkan bahwa Kampanye Public Relation ialah aktivitas komunikasi yang terorganisasi, secara langsung ditujukan kepada khalayak tertentu pada periode waktu yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan tertentu. Selain itu di dalam kampanye ini memiliki yang namanya metode serta tekhnik, ini digunakan sebagai tahapan agar kampanye yang dilakukan ini sukses.

SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJIAN AKHIR SEMESTER KELAS C SEMESTER 7

KELAS C UJIAN AKHIR SEMESTER JURUSAN PERBANKAN SYARIAH TAHUN AKADEMIK 2017/2018 Nama               : D onny Ari Fernanda Nim   ...