PENGANTAR
PUBLIC RELATIONS
Menurut
sejarah yang berkembang istilah Public Relations ialah sebagai sebuah teknik
menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy
Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri
batu baradi Amerika Serikat dengan sukses atas upayanya ini ia diangkat menjadi
“The Father Of Public Relations".
( Cutlip & Center, 1958:33)
Pada
tahun 1906, lee mengeluarkan sebuah
pernyataan yang disebut-sebut sebagai “declaration
of principles” (pernyataan filosofis Lee ini sangat memengaruhi evolusi
press agentry dan publisitas dalam bidang public relation)
Didalam
pernyataan itu terdapat 3 isi, antara lain :
1. Lee
menentang pandangan di Wall Street yang “mengabaikan publik”
2. Publik
tidak boleh diabaikan atau ditipu seperti pada masa lalu dengan menggunakan cara-cara
yang dipakai agen pers.
3. Lee
mengirimkan deklarasi ini kepada semua editor di kota.
Menurut
Dr. Rex. F. Harlow yang telah Mengumpulkan definisi Public Relation sejak Tahun
1990 sampai 1976 sebanyak 472 definisi. Ini adalah salah satu definisi yang
telah beliau kumpulkan.
Public
Relations merupakan fungsi manajemen khusus yang membantu pembentukan dan
pemeliharaan garis komunikasi dua arah, saling pengertian, penerimaan dan kerja
sama antara organisasi dan masyarakatnya, yang melibatkan manajemen problem,
membantu manajemen untuk selalu mendapat informasi dan merespon pendapat umum,
mendefinisi dan menekankan tanggung jawab manajemen dalam melayani kepentingan
masyarakat, membantu manajemen mengikuti dan memanfaatkan perubahan dengan
efektif, serta berfungsi sebagai sistem peringatan awal untuk membantu
mengantisipasi kecenderungan, dan menggunakan riset serta komunikasi yang masuk
akal dan etis sebagai sarana utamanya”.
Dalam
kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat
cepat. Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk
maupun kualitasnya.Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi
masyarakat yang kompleks.
Berikut
gambaran kronologis PR di dunia:
Abad ke-19 : PR di
Amerika dan Eropa merupakan program studi yang mandiri didasarkan pada
perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi
1865-1900
: Publik masih dianggap bodoh
1900-1918
: Publik diberi informasi dan dilayani
1918-1945
: Publik diberi pendidikan dan dihargai
1925
: Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi
1928
: Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal di fakultas sebagai mata kuliah wajib. Disamping banyak
diadakan kursus-kursus yang bermutu
1945-1968
: Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui
1968
: Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu. Di
Amerika perkembangannya lebih ke
arah bisnis.
1968-1979
: Publik dikembangkan di berbagai bidang, pendekatan tidak hanya satu aspek
saja
1979-1990
: Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam perubahan mental dan
kualitas
1990-sekarang
:
a.
perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang, sikap
dan pola perilaku secara
nasioal/internasional
b.
membangun kerjasama secara lokal, nasional, internasional
c.
saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, Iptek, sesuai dengan
kebutuhan era global/informasi.
Lalu
bagaimana dengan perkembangan Public Relation ini di INDONESIA ?
Untuk
di indonesia sendiri lazimnya Public Relation ini sendiri lebih dikenal dengan
nama HUMAS ( Hubungan Masyarakat )
Hubungan
Masyarakat ( Public Relation ) ini memiliki beberapa pengertian, misalnya :
Humas
dalam artian sebagai teknik komunikasi dan sebagai metode komunikasi ( Abdurrahman,
1993 : 10 )
Jika
kita lihat ditelusuri kembali dari sejarah perdaban, praktik humas di Indonesia
sebenarnya sudah ada sejak zaman Mataram atau sejak Panembahan Senopati ketika
mengumumkan bahwa ia dan keturunannya merupakan pasangan dan mendapatkan
lindungan dari Ratu Pantai Selatan. Ini dibuat untuk menyaingi adipati-adipati
pantai utara yang lebih bisa mendapat restu Para Wali. Akan tetapi pada masa
itu, kegiatan humas masih asing ditelinga masyrakat kita. Penyebab dari ini
sendiri adalah, masih kurangnya pemahaman masyrakat kita. Baru pada tahun 1950
Indonesia sedikit demi sedikit memulai perkembangan Public Relations ( HUMAS ).
Public Relations ini sendiri mulai berkembang seiring dengan kondisi politik,
kenegaraan serta perkembangan Public Relation di asia dan dunia.
Dan
pada dasarnya Public Relation ini sendiri memiliki pengertian cara berhubungan
dengan pihak luar atau dengan kata lain adalah komunikasi dua arah, yang
fungsinya itu sendiri adalah untuk memberitahu kepada khalayak ramai tentang
program atau apapun yang berhubungan dengan masyarakat.\
Sumber:
https://www.google.co.id/search?dcr=0&ei=vzAJWt_6C4Kl8QW-z7nABw&q=pengantar+public+relations+modern&oq=pengantar+public+relations+modern&gs_l=psy-ab.3..33i22i29i30k1.18489.22566.0.23867.6.6.0.0.0.0.1059.1741.0j1j2j7-1.4.0....0...1.1.64.psy-ab..2.4.1736....0.znlsjLpfPBo

Tips Menulis Artikel Praktis
BalasHapusPada dasarnya artikel praktis sama saja dengan jenis artikel lainnya baik segi isi, struktur dan tujuan penulisan, yaitu sama-sama berisikan ide, gagasan dan pandangan yg kita sampaikan kepada pembaca dg tema tertentu. Struktur tulisannya pun terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup. Sedangkan dari tujuannya pun sama, yakni bertujuan untuk mendidik, meyakinkan dan menghibur pembaca.
Perbedaan artikel praktis dg artikel analisis dan umum terdapat pad acara pembuatan artikel tersebut. Dimana artikel praktis cukup dibuat dg tema yg ringan, bersifat tutorial atau memandu untuk memberikan pemahaman tertentu pada pembaca, dan tetap menekankan pada aspek ketelitian dan keterampilan dalam mengolah bahasa.
Artikel praktis tidak menganalisa secara mendalam, karena ia masuk pada kategori praktis, ringan, dan sederhana. Ukuran panjangnya pun, sangat singkat berkisar 600-1000 kata saja. Sedangkan untuk sumber kutipan, jangan terlalu banyak mengutip cukup satu, dua dan maksimal tiga, hal ini dikarenakan pembaca tidak dalam memberikan pandangan yang mendalam.
Kalimat demi kalimat dalam uraian artikel praktis dibuat dalam bentuk uraian kata-kata ringan. Namun untuk menambah keyakinan dan memberikan pemahaman pembaca, penulis perlu mengutip atau menambahkan sumber ahli dari apa yang ingin kita sampaikan. Hindari bentuk uraian diurutkan berdasarkan poin-poin praktis, hal ini terutama untuk menjaga tampilan tulisan itu sendiri, walaupun hal itu tidak ada salahnya apabila anda lakukan.
Namun demikian, untuk memaparkannya perlu ketelitian, jangan terlalu datar bahasa penyampaiannya seperti kata menurut yg terlalu sering dll. Uraiankan dengan sederhana dan tidak menghilangkan unsur keilmiahan. Sebutkan sumber rujukan anda dan jangan gunakan footnote dlm teknik mengutip, tp gunakanlah teknik kutipan langsung (body note).
Untuk langkah yg terakhir apabila tulisan sudah dibuat, maka tulisan sebaiknya diedit lagi sebelum diposting agar mudah dipahami pembaca. Apa bila anda memposting lebih dahulu, tetapi terdapat banyak kekeliruan dalam susunan kata dan penyampaiannya, walau tulisannya singkat dan pendek tetap saja tidak menarik, bukan!
Tambahkan daftar sumber pada bagian bawah artikel praktis anda, jika kutipan langsung yang anda gunakan kurang lengkap pada bagian tubuh/isi tulisan.